5 Budaya Kerja di Amazon yang Bisa Anda Contoh di Perusahaan


Sebagai salah satu platform jual-beli online terbesar di dunia, Amazon memiliki reputasi yang tidak diragukan. Didirikan tahun 1994 oleh Jeff Bezos, Amazon terus berinovasi hingga kini. Bahkan survei yang dilakukan oleh Glassdoor menyebutkan jika 74% responden mengatakan bahwa Amazon adalah sebuah perusahaan yang paling sering direkomendasikan.

Tentu dalam perjalanannya Amazon memiliki budaya kerja dan metode untuk mencapai target yang digariskan. Walau jam kerja di Amazon cukup panjang, setidaknya ada budaya kerja yang bisa Anda contoh dan terapkan di perusahaan. Apa saja kelima budaya kerja tersebut? Tulisan ini akan mengulasnya lebih dalam untuk Anda.

Karyawan yang direkrut adalah orang-orang pilihan

Melansir dari laman Bussines Insider, pada awal Februari 2018 ada sekitar 978 ulasan yang mengatakan bahwa Amazon memiliki karyawan yang rata-rata cerdas. Para karyawan ini memiliki intelegensi yang tinggi. Mereka pun kebanyakan memiliki ide-ide kreatif dan inovatif serta selalu menciptakan sesuatu yang baru.

Keberadaan karyawan ini tentu dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat saat rekrutmen. Saat interview, para kandidat diberikan 2 dari 14 prinsip dan para interviewer hanya fokus bertanya dua prinsip tersebut. Karyawan ini datang dari berbagai latar belakang. Meski begitu, yang selalu ditanamkan adalah prinsip kepemimpinan yang mendukung perusahaan, tak peduli latar belakang mereka.

Kesempatan lebih tinggi untuk meningkatkan skill

Amazon juga memberikan kesempatan luas bagi karyawannya untuk meningkatkan skill yang dimiliki. Budaya pembelajar dalam diri karyawan akan dibentuk di Amazon setiap hari. Hal ini ditunjang dengan sikap saling terbuka antar karyawan dan siapa saja berhak mengembangkan karir dan tumbuh bersama dalam mencapai tujuan.

Amazon mengembangkan sebuah metode yang akrab disebut dengan ‘two pizza team’ dan dipopulerkan oleh Jeff Bezos. Di mana terdapat sebuah tim kecil dan otonom dalam perusahaan untuk mengembangkan kemampuannya dengan divisinya masing-masing, terutama dalam merancang sebuah tujuan perusahaan. Dengan menggunakan metode ini, Amazon pun lebih tangkas dan tanggap ketika menghadapi situasi sulit sekali pun.

Karyawan dapat bekerja walau berada di rumah

Di era digital seperti saat ini, sudah banyak aplikasi yang digunakan perusahaan untuk menunjang kinerja karyawannya. Termasuk pula yang dilakukan oleh Amazon. Dengan begitu, karyawan bisa bekerja dari rumah sekali pun. Namun, memang tidak semua posisi memungkinkan karyawannya bisa bekerja di mana saja.

Meski begitu, ini bukan berarti karyawan dapat bermalas-malasan melakukan pekerjaannya. Mereka tetap bekerja dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi oleh masing-masing karyawan. Jadi, dimanapun mereka bekerja, mereka akan berusaha menyelesaikan tugasnya sebaik mungkin.

Karyawan mendapatkan banyak bonus dan keuntungan

Semua perusahaan pasti memberikan pembayaran yang sesuai berdasarkan kinerja para karyawannya. Bila karyawan tersebut melampaui target yang sudah ditentukan, maka mereka berhak mendapatkan bonus. Begitu pula di Amazon, para karyawan di sana akan saling berkompetisi untuk meraih yang terbaik, bukan karena bonus yang dijanjikan saja, melainkan hal ini juga menjadi semacam kultur di Amazon. Meski bersaing, mereka melakukannya secara sehat dan fair.

Tidak hanya itu, Amazon juga memberikan fasilitas-fasilitas untuk menunjang kinerja karyawannya. Misalnya seperti memberikan bonus sarapan secara gratis dan menikmati jus di awal pekan, lalu ada pula program happy hour saat hari Jumat agar karyawan tidak merasa tertekan dan bisa bekerja kembali dengan tenang.

Lingkungan kerja yang inovatif

Inovasi merupakan kunci sukses bagi perusahaan untuk mencapai sebuah kesuksesan. Selain itu inovasi juga penting bagi perusahaan mana pun. Bahkan Jeff Bezos mengatakan bahwa ‘penemuan yang berhasil mengharuskanmu untuk meningkatkan eksperimen’. Beberapa kendala yang biasanya menghambat proses inovasi adalah kompleksitas dan interdependensi.

Amazon pun menyadari hal ini, maka dari itu dibentuklah metode ‘two pizza team’ seperti dijelaskan sebelumnya. Tidak hanya itu, agar karyawan merasa betah di kantor, lingkungan pun harus dibuat senyaman mungkin. Mulai dari suasana individu, ruangan, hingga fasilitas yang bisa didapatkan oleh karyawan.

Jadi, budaya kerja ala Amazon mana yang akan Anda terapkan di perusahaan? Atau mungkin Anda sudah menerapkan budaya kerja lain yang tak kalah menarik? Share with us!

sumber : blog.talenta.co

.
.



<noscript> </body> </html>