Bagaimana Cara Menentukan Gaji Pokok Karyawan?


Gaji pokok merupakan imbalan dasar yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja menurut tingkat dan jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasar kesepakatan. Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, besaran gaji pokok minimal 75 persen dari upah pekerja yang terdiri dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Gaji pokok karyawan merupakan bagian dari struktur dan skala upah yang ditetapkan oleh perusahaan secara proporsional sesuai golongan jabatan–dari nominal terkecil untuk pekerja paling rendah hingga nominal terbesar untuk  jabatan tertinggi.

Payroll Sofware Indonesia untuk Mengeloala Keuangan dan Karyawan Perusahaan | Gadjian

Jika perusahaan Anda tengah menjalankan sebuah bisnis yang berkembang, Anda tentu butuh merekrut karyawan untuk posisi pekerjaan tertentu. Anda juga akan menawarinya gaji menurut standar perusahaan Anda.

Banyak variabel yang bisa Anda masukkan dalam kalkulasi menentukan gaji pokok, seperti kualifikasi pekerjaan–pendidikan, keterampilan, dan pengalaman karyawan–serta kemampuan perusahaan membayar gaji tersebut dalam jangka panjang.

Setidaknya ada tiga hal penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menentukan gaji pokok karyawan:

1. Nilai Pekerjaan di Pasaran

Anda bisa menelusuri posisi pekerjaan serupa dengan kualifikasi pendidikan atau pengalaman sama di sejumlah bursa kerja. Setiap perusahaan kemungkinan menawarkan gaji yang beragam untuk jenis pekerjaan yang sama, tetapi Anda bisa menarik kisaran atau angka rata-rata.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah faktor geografis terkait lokasi pekerjaan, apakah metropolitan, kota besar, atau kota kecil. Jadi, lokasi perusahaan Anda ikut berpengaruh pada besaran gaji pokok karyawan. Perusahaan yang berkantor di Jakarta umumnya menerapkan gaji lebih tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Misalnya Anda mencari full-stack developer dan menemukan rata-rata gaji pokoknya di pasaran Rp 15 juta. Tetapi di Jakarta, standar gajinya lebih tinggi, yakni Rp 20 juta. Karena perusahaan Anda beroperasi di Jakarta, maka Anda bisa mempertimbangkan basis gaji pokok Rp 20 juta.

Baca Juga: UMP 2018 Telah Ditetapkan, Upah DKI Jakarta Tertinggi

2. Kesesuaian dengan Skala Upah

Perusahaan Anda memiliki skala upah yang selama ini sudah diterapkan. Karena itu, Anda bisa membandingkan rerata gaji pokok di pasaran dengan sistem pengupahan baku di perusahaan.

Apakah terlalu besar dan tidak cocok dengan rentang skala upah yang berlaku? Jika ya, berarti Anda tidak perlu memaksakan angka tersebut. Sebab, gaji pokok yang terlalu besar melebihi kisaran skala upah akan membebani keuangan perusahaan selain juga merusak proporsionalitas upah sehingga menimbulkan hubungan kerja yang tak sehat antar karyawan.

Anda bisa menawarkan gaji lebih rendah sesuai skala upah dengan mengurangi kualifikasi atau spesifikasi skill yang menurut Anda tidak terlalu berkontribusi terhadap pekerjaan. Atau Anda bisa melengkapi gaji pokok dengan paket kompensasi lainnya yang menarik, seperti tunjangan, bonus, dan komisi.

Baca Juga: Ringkasan Peraturan Struktur dan Skala Upah 2017 (Infografis)

3. Kontribusi bagi perusahaan

Cara paling jitu menentukan gaji pokok adalah dengan menilai seberapa besar posisi pekerjaan itu berkontribusi terhadap bisnis–Anda membayar untuk apa yang Anda peroleh. Jika pekerjaan itu sangat menentukan kinerja perusahaan secara keseluruhan, tentukan berapa kompensasi yang pantas?

Anda juga bisa mengamati dan menilai kecapakan individual karyawan melalui masa percobaan (probation), sejauh mana ia menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Jika karyawan yang bersangkutan memiliki kinerja personal di atas rata-rata, bisa diandalkan, berdampak pada kenaikan produktivitas perusahaan, maka Anda bisa menegosiasikan ulang gaji pokoknya.

Baca Juga: Gadjian Luncurkan Layanan Pembayaran Gaji Kolaborasi dengan Bank Mandiri

Setelah menentukan gaji pokok, Anda tinggal menerapkannya dan membayarnya sesuai nominal tepat waktu. Ada cara membayar gaji yang mudah dan cepat dengan payroll software Gadjian. Fitur Mandiri Cash Management (MCM)-Gadjian memungkinkan Anda membayar semua gaji karyawan dengan satu kali klik, sehingga sangat efisien dibanding pembayaran manual.

Gadjian juga bisa menghitung pajak penghasilan karyawan, sehingga potongan PPh 21 online secara otomatis akan tercetak di slip gaji karyawan. Anda tak perlu rumit menghitung gaji dan potongan PPh 21 dengan Excel yang memakan waktu.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

sumber : gadjian.com

.
.



<noscript> </body> </html>