Kerja Tidak Sesuai Jurusan Pun, Tetap Bisa Sukses Berkarir!


Kerja tidak sesuai jurusan, apakah mungkin? Banyak orang bertanya-tanya apakah jika mereka lulus kuliah nanti bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan mereka. Misalnya, jika Anda berkuliah dikampus dan mengambil jurusan pendidikan bahasa Indonesia, maka Anda akan menjadi guru bahasa Indonesia. Namun, fakta menunjukkan hal yang berbeda dari kenyataannya. Banyak orang kuliah dan menghabiskan biaya banyak, tapi kemudian mereka bekerja yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan jurusan mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah ada alasan mengapa kerja tidak sesuai jurusan itu sangat mungkin terjadi dan bagaimana sebenarnya fakta dilapangan?

Bekerja Tidak Sesulit Belajar di Kampus

Alasan pertama yang bisa dijadikan acuan mengapa banyak orang bekerja tapi tidak sesuai dengan jurusannya adalah karena pada dasarnya bekerja tidaklah sesulit saat belajar dikampus. Ketika kuliah, banyak mengandalkan teori dan mempelajari semua hal dan membuat Anda pusing. Tapi, dalam dunia kerja, teori tidak begitu diperlukan dalam bidang tertentu karena semua orang bisa mempelajarinya perlahan-lahan. Misalnya, jika Anda seorang wanita yang pernah kuliah di akademi kebidanan, lalu Anda melamar kerja ke sebuah Bank ternama, maka ada kemungkinan Anda akan diterima di Bank tersebut. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini mungkin terjadi karena pihak Bank tahu bahwa Anda memiliki potensi yang besar dan mudah dilatih. Kemudian, Anda mungkin memiliki penampilan yang menarik sehingga bisa diletakkan di posisi front office. Sementara itu, beberapa orang yang pernah kuliah dengan jurusan ekonomi, tidak semuanya dapat diterima bekerja di bank, padahal jurusannya sesuai dengan pekerjaannya.

Bekerja Itu Soal Pola Pikir dan Keaktifan Seseorang

Mengapa sebuah perusahaan bisa menerima seorang calon karyawan baru padahal pekerjaan tidak ada kaitannya dengan jurusannya? Jadi, bekerja itu bukan soal akademis, tapi juga pola pikir. Para perekrut dalam menilai seseorang apakah pekerjaan tersebut layak untuknya atau tidak dapat dilihat dari cara berpikir calon karyawan tersebut. Dalam proses interview, pewawancara akan menilai apakah Anda seorang yang kritis dan memiliki visi dan misi yang tinggi. Ini bisa memberikan nilai plus bagi Anda meskipun Anda melamar pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan. Selain itu, keaktifan seseorang juga berpengaruh pada diterimanya ia pada posisi itu. Misalnya, Anda lulusan kuliah dengan jurusan ekonomi, dan melamar pekerjaan disebuah bank dengan posisi customer service, sementara Anda adalah orang yang tidak aktif dan sedikit bicara, maka kemungkinan Anda akan ditolak sangat besar. Sementara itu, ada seorang pelamar yang pandai bicara tapi ia lulusan hukum, maka ada kemungkinan ia akan diterima. Jadi, intinya, posisi sangat menentukan diterimanya seseorang tersebut disebuah perusahaan.

Banyak Lowongan yang Menerima Semua Jurusan

Bisa diakui bahwa tidak semua posisi kerja bisa dilamar dengan jurusan yang tidak sesuai. Namun, fakta menunjukkan bahwa beberapa perusahaan membuka lowongan kerja untuk umum tanpa embel-embel harus jurusan ini dan itu. Sehingga, semua orang yang baru lulus, dapat menjatuhkan lamaran ke perusahaan tersebut. Namun demikian, tidak semua posisi dapat diisi dengan syarat pelamar umum. Misalnya, lowongan kerja dokter kandungan di sebuah rumah sakit, maka Anda yang lulusan pendidikan matematika tidak bisa menjatuhkan lamaran pada posisi ini. Tapi, jika ada sebuah bank membuka lowongan untuk posisi teller atau customer service, maka Anda yang lulusan kebidanan boleh menjatuhkan lamaran Anda.

Melihat dari Sisi Penampilan Seorang Pelamar

Jadi, meskipun bekerja tidak sesuai jurusan itu sangat mungkin, tapi tidak semua posisi bisa Anda lamarkan. Hanya ada beberapa posisi saja yang menerima lulusan secara umum tanpa memandang jurusan. Akan tetapi, satu hal yang tidak kalah penting adalah soal penampilan. Jika Anda lulusan ekonomi dan menjatuhkan lamaran ke sebuah bank, Anda mungkin bisa saja tidak diterima karena Anda tidak memiliki penampilan yang menarik. Sering kita baca di informasi lowongan kerja, syarat agar bisa diterima adalah memiliki penampilan yang menarik. Disini, Anda tidak boleh senang dulu ketika menjatuhkan lamaran yang sesuai dengan jurusan Anda, padahal Anda belum tentu diterima. Sementara, ada seorang pelamar yang berbeda jurusan dan tidak sesuai dengan bidangnya melamar posisi tersebut dan kemudian diterima. Alasannya, karena pelamar tersebut cantik atau tampan dan menarik dipandang mata. Intinya, first impression tidak boleh dilupakan agar bisa diterima meskipun lowongan tesebut tidak sesuai dengan jurusan Anda.

Rekomendasi Orang Terdekat Juga Berpengaruh

Nepotisme dalam dunia kerja itu bukanlah hal yang aneh sehingga bisa dilihat begitu banyak pekerja yang sebenarnya bukan bidangnya tapi ia dapat bekerja di perusahaan atau instansi tersebut. Hal ini berkaitan dengan rekomendasi orang terdekat baik keluarga atau teman. Jika Anda dekat dengan seorang manajer disebuah perusahaan ternama, mungkin Anda bisa meminta manajer tersebut untuk mengangkat Anda menjadi salah satu karyawan di perusahaan itu meskipun sebenarnya posisi yang dilamar tidak sesuai dengan jurusan Anda. Namun, hal ini akan sedikit menyulitkan pelamar tersebut karena ia harus belajar semuanya dari awal. Tapi, seiring berjalannya waktu, Anda akan bisa melaluinya dan terbiasa dengan pekerjaan itu.

Nah, itulah beberapa alasan serta fakta yang ada berkaitan dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan. Kerja tidak sesuai jurusan itu bukanlah hal yang salah karena bekerja tidaklah sesulit ketika belajar atau kuliah. Namun demikian, akan lebih baik lagi jika bekerja sesuai dengan jurusan agar dapat cepat beradaptasi tanpa harus mempelajari semuanya dari awal. Jika Anda ingin mencari kerja yang tidak sesuai jurusan Anda sebelumnya di kuliah, Anda bisa mencari pekerjaan melalui Urbanhire. Dengan membuat akun Urbanhire dan lengkapi profilnya, Anda langsung bisa melamar pekerjaan impian walaupun berbeda jurusan dengan latar belakang Anda!

sumber : urbanhire

.
.



<noscript> </body> </html>