Kesalahan yang Lumrah Dilakukan Fresh Graduate Saat Interview Kerja


Saat melakukan interview kerja, tentu saja Anda tidak hanya bertemu dengan calon profesional yang telah berpengalaman kerja. Namun, bisa jadi Anda bertemu dengan kandidat karyawan yang datang dari latar belakang pengalaman baru atau fresh graduate.

Sudah banyak diketahui bahwa menginterview kandidat karyawan yang datang dari latar belakang profesional dan fresh graduate memang sungguh berbeda. Karyawan dari tingkat pengalaman fresh graduate biasanya cenderung banyak melakukan kesalahan-kesalahan selama proses interview, terutama jika interview tersebut adalah yang pertama bagi mereka.

Kesalahan ini bukanlah sebuah bentuk ketidakprofesionalan mereka, melainkan hal-hal yang tak terduga dan merupakan kejadian lumrah yang pasti dialami tiap karyawan yang baru mengikuti interview kerja. Disarikan dari berbagai sumber, berikut Talenta ingin membagi beberapa daftar kesalahan yang sebenarnya lumrah dilakukan oleh kandidat karyawan fresh graduate saat melakukan interview kerja.

Mari simak!

1. Lupa deskripsi pada CV yang dikirimkannya

Kesalahan pertama yang lumrah dilakukan oleh kandidat karyawan fresh graduate saat interview kerja adalah lupa deskripsi atau apa yang dituliskannya di CV. Bukan karena ia sengaja, akan tetapi lebih karena si kandidat terkadang grogi hingga apa yang dipersiapkannya sehari sebelumnya, termasuk isi dekripsi CV-nya sendiri pun lupa.

Sikap grogi yang kerap muncul ini memang lumrah muncul pada kandidat yang tengah melakukan interview. Namun, hal ini bisa diatasi dari sisi Anda sebagai interviewer yakni dengan mengajak komunikasi si kandidat dengan santai dan membuat suasana setenang mungkin.

Jangan tunjukan tanda atau sikap tubuh yang menolak atau ketidaksetujuan seperti mengernyitkan dahi dan menyilangkan tangan. Karena hal ini dapat menimbulkan kesan meremehkan dan Anda tak benar-benar mendengarkan apa yang disampaikan oleh si kandidat.

2. Tidak mengajukan pertanyaan apapun saat interview

Salah satu tujuan interview adalah menjalin komunikasi, di mana harapannya Anda bisa jauh mengenal si kandidat dan kandidat pun juga bisa mengenal sedikit banyak soal perusahaan. Namun karena grogi atau alasan lainnya maka terkadang si kandidat tak mengajukan pertanyaan apapun saat interview.

Tak mengajukan pertanyaan apapun saat interview, bukan berarti si kandidat sombong. Melainkan bentuk kegugupannya saat menghadapi proses interview. Alih-alih hanya menanti si kandidat bertanya, cobalah untuk mengajukan pertanyaan kepada mereka.

Bisa menanyakan soal apakah ada hal lain yang ingin diketahui atau Anda bisa berinisiatif menjelaskan beberapa detail soal pekerjaan yang perlu diketahui oleh si kandidat pada saat interview.

3. Penggunaan bahasa yang masih kurang baik

Pada saat interview dengan kandidat yang datang dari latar belakang fresh graduate biasanya Anda akan sering menemukan bahwa kalimat atau penjelasan yang diberikan kurang baik dari segi tata bahasa. Hal ini lebih sering disebabkan karena rasa gugup yang terlalu besar sehingga apa yang sudah mereka persiapkan hilang dalam sekejap.

Agar tak terjadi kondisi seperti ini, maka Anda wajib mencairkan suasana dengan tidak terlalu menggunakan tata bahasa kaku atau yang terlalu teknikal. Mengajukan daftar pertanyaan yang umum dan jelas tanpa basa-basi hingga sebisa mungkin menampilkan gesture tubuh sennatural yang bisa Anda tunjukkan. Hal ini akan sangat membantu kandidat rileks dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang Anda ajukan dengan sebaik-baiknya termasuk dengan tata bahasa yang baik hingga maksud dari jawaban mereka bisa Anda mengerti atau pahami.

Itulah beberapa kesalahan yang lumrah Anda temui kala menginterview kandidat karyawan dari latar belakang fresh graduate. Selain beberapa kesalahan di atas sebenarnya ada kesalahan lainnya yang mungkin dianggap lumrah tapi sebenarnya bisa jadi salah satu tanda ketidakseriusan si kandidat pada perusahaan. Seperti misalnya, datang terlambat tanpa mengonfirmasi atau tidak mengetahui latar belakang perusahaan atau minimal pekerjaan yang sedang dilamarnya.

Agar tak menemui kandidat yang seperti itu, maka ada baiknya selama proses rekrutmen karyawan Anda benar-benar melakukan filterisasi untuk bisa mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu caranya adalah memanfaatkan fitur Recruitment Tracking yang tersedia di Talenta. Dengan bantuan fitur ini, Anda dapat dengan mudah mengontrol dan mengawasi setiap form lamaran yang masuk dengan sistematis karena dibantu database yang terintegrasi.

sumber : blog.talenta.co

.
.



<noscript> </body> </html>