Ketahui Faktor Penyebab Millennials Kehilangan Motivasi Kerja!


Dalam dunia kerja, tak bisa dipungkiri bahwa motivasi adalah salah satu hal utama yang bisa mendorong seorang karyawan rela bangun pagi tiap hari hingga menempuh perjalanan jauh, tak jarang ada yang bekerja hingga larut malam. Sayangnya di zaman serba digital seperti sekarang, motivasi kerja bisa dibilang susah dimunculkan bahkan tak jarang karyawan yang datang dari generasi millennial kerap kehilangan motivasi kerja karena banyak faktor yang mendasari.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini kami jabarkan beberapa alasan yang mendasari motivasi kerja terutama karyawan millennial bisa mudah hilang begitu saja.

Peraturan yang terlalu ketat dan mengekang.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa karyawan dari generasi millennial itu adalah insan yang tak terlalu suka dengan aturan yang ketat nan mengekang. Aturan perusahaan yang dirasa sudah kuno bisa jadi alasan kuat para karyawan-karyawan yang datang dari era millennial mudah kehilangan motivasi kerjanya.

Dimata mereka, aturan perusahaan yang terlewat ketat dan mengekang dapat membatasi langkah dan kreativitas mereka. Karyawan jadi emrasa ruang tumbuh dan kreasinya hanya berhenti di hal itu-itu saja. Mereka akan merasa frustasi dan salah satu dampaknya mereka kehilangan motivasi atau yang lebih parah mereka bisa jadi mencari motivasi di tempat lain.

Pihak manajerial yang terlalu mengontrol.

Selain tak suka dibatasi, karyawan millennial juga biasanya tak terlalu suka dikontrol. Seperti misalnya, sedikit-sedikit selalu memeriksa dan mengomentari setiap pekerjaan yang tengah diselesaikannya. Bahkan, apa yang akan dikerjakan karyawan sampai harus dikontrol hingga detail-detailnya.

Memiliki atasan atau manajerial yang bersifat seperti ini tanpa disadari bisa menghilangkan motivasi kerja. Terutama para karyawan millennial yang sukanya lebih diberi kebebasan dan kepercayaan saat melakukan deadline pekerjaan.

Selain itu, memiliki atasan atau manajerial yang gila kontrol bisa memengaruhi langsung motivasi karyawan untuk berinovasi ketika sedang mengerjakan proyek. Ide apa saja yang diajukan akan selalu dibanjiri dengan kritik hingga secara tak sadar Anda sudah membuat karyawan frustasi dan lambat laun menyebabkan mereka jadi kehilangan motivasi.

Terlalu nyaman di zona aman.

Ada baiknya memang membuat karyawan nyaman selama bekerja, tapi yang perlu digarisbawahi adalah jangan sampai kenyamanan yang hendak Anda tawarkan malah membuat mereka tak termotivasi dan jadi cenderung malas. Terlalu nyaman dengan apa yang telah dikerjakan memang bisa membuat karyawan hilang motivasi karena merasa tak ada lagi tantangan atau kesempatan untuk belajar.

Untuk itu, ada baiknya sebelum hal ini terjadi maka pihak manajerial terutama Anda wajib meluangkan waktu untuk berkomunikasi agar bisa menyelaraskan rencana karier dengan pertumbuhan perusahaan. Tak hanya sampai situ saja, Anda juga memiliki kewajiban untuk membantu karyawan mengembangkan diri dengan beberapa jalan seperti sesi sharing atau yang mudah adalah dengan memberi pelatihan.

Lingkungan kerja tak lagi ideal untuk berkembang.

Datang dari generasi modern, karyawan millennial biasanya tak terlalu peduli dengan politik yang terjadi di kantor. Mereka bahkan tak suka turut campur pada isu-isu maupun gosip di kantor yang dapat mengganggu jalannya pekerjaan.

Jika isu atau politik di kantor lebih mendominasi perusahaan, bukan tak mungkin para karyawan millennial bakal merasa malas dan mengganggap perusahaan sebagai lingkungan kerja yang sudah tak ideal lagi. Imbasnya, motivasi mereka hilang karena fokus dan tenaga lebih banyak dipakai untuk menanggapi isu atau secara tak sengaja terlibat dalam politik kantor.

Untuk itulah, Anda sebagai pihak HR sebisa mungkin mengontrol dan meminimalisir terjadinya politik di kantor yang dapat merusak motivasi kerja karyawan. Berbuatlah seadil dan buka komunikasi antar karyawan dan manajerial agar tak ada lagi isu maupun politik kantor yang tak penting dan berakibat buruk pada produktivitas kerja karyawan.

Sumber gambar : www.catholicmatch.com

sumber : blog.talenta.co

.
.



<noscript> </body> </html>