Konsultasi HR: Berapa Usia Minimal Pekerja di Indonesia?


Pertanyaan:

Hai Gadjian. Saya Fauzi dari Pekanbaru. Saya ingin mempekerjakan freelancer dan part time untuk perusahaan saya. Berapa sih usia minimal seseorang untuk bekerja? Thanks.

 – Fauzi di Pekanbaru

Jawaban:

Halo Bapak Fauzi,

Terima kasih sudah mengunjungi Gadjian 🙂 Semoga jawaban dari tim kami membantu Bapak Fauzi dan perusahaan.

Dalam membahas etika pekerjaan, batas usia pekerja termasuk ke dalam isu sensitif. Beberapa pengusaha “nakal” mempekerjakan anak-anak di bawah umur karena adanya beberapa pertimbangan. Salah satu yang paling utama, biasanya pekerja anak bersedia dibayar lebih murah daripada pekerja yang sudah dewasa. Padahal, kemunculan pekerja di bawah umur merupakan praktik bisnis yang kurang sehat, dan hal ini harus dihindari oleh perusahaan Anda.

Payroll Sofware Indonesia untuk Mengeloala Keuangan dan Karyawan Perusahaan | Gadjian

Maka dari itu, berapa batasan umur minimal pekerja di Indonesia menurut peraturan pemerintah? 

Ditimbang dari sisi perkembangan tubuh, pikiran, mental, dan kepribadian seseorang, ada alasannya mengapa negara memberikan batasan angkatan kerja yang jelas.

Baca Juga: Konsultasi HR: Berapa Batas Usia Pensiun Pekerja?

Dalam Undang-undang No.20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 138 Tahun 1973 mengenai Batas Usia Minimum Diperbolehkan Bekerja, disebutkan bahwa:

“Sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Konvensi, Indonesia melampirkan pernyataan (Declaration) yang menetapkan bahwa batas usia minimum untuk diperbolehkan bekerja yang diberlakukan di wilayah Republik Indonesia adalah 15 (lima belas) tahun.”

Bab ‘Pokok-pokok Konvensi’ pada Undang-undang tersebut juga menjelaskan perihal:

“Untuk pekerjaan-pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan, atau moral anak harus diupayakan tidak boleh kurang dari 18 (delapan belas) tahun, kecuali untuk pekerjaan ringan tidak boleh kurang dari 16 (enam belas) tahun.”

Selain itu, Undang-undang Ketenagakerjaan mengatur ketentuan batas usia minimal pekerja pada pasal-pasal berikut:

Pasal Bunyi
68 Pengusaha dilarang mempekerjakan anak.
69 (1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 dapat dikecualikan bagi anak yang berumur antara 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosial.
70

(1) Anak dapat melakukan pekerjaan di tempat kerja yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.

(2) Anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) paling sedikit berumur 14 (empat belas) tahun.

UU Ketenagakerjaan telah berupaya untuk mengatur ketentuan ini sedemikian rupa, sehingga ada baiknya Anda sebagai pimpinan perusahaan mengeluarkan kebijakan yang akan melindungi perusahaan Anda sendiri. Jikalau perusahaan Anda terpaksa mempekerjakan pekerja di bawah umur, maka pastikan Anda mengikuti apa yang telah termaktub pada Pasal 69 Ayat 2:

Pengusaha yang mempekerjakan anak pada pekerjaan ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 Ayat 1 harus memenuhi persyaratan:

  1. Izin tertulis dari orang tua atau wali;
  2. Perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali;
  3. Waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam;
  4. Dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah;
  5. Keselamatan dan kesehatan kerja;
  6. Adanya hubungan kerja yang jelas; dan
  7. Menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk sistem pengupahan pekerja remaja, pengusaha bisa mengacu kepada pasal 92 Ayat 1 UU Ketenagakerjaan yang mana dalam penyusunan struktur dan skala upah harus mempertimbangkan jabatan, beban kerja, golongan, pendidikan, masa kerja, dan kompetensi. Dengan pertimbangan tersebut, bisa dipastikan bahwa angkatan pekerja remaja akan mendapatkan upah yang lebih kecil daripada pekerja pada umumnya.

Baca Juga: Ringkasan Peraturan Struktur dan Skala Upah 2017 (Infografis)

Jika perusahaan Anda mempekerjakan seseorang dengan batas usia minimum pekerja, pastikan HR menggunakan aplikasi HRD yang dapat memberikan pengingat tentang jam kerja pekerja remaja, atau kontrak yang diberlakukan. Payroll software Gadjian memiliki fitur “Data Personalia” yang dapat mendokumentasikan data pribadi, data karir, detil penggajian, rekaman absensi hingga jatah cuti karyawan.

Aplikasi penggajian ini juga terintegrasi dengan portal karyawan berbasis online sehingga bisa diakses di mana saja. Tak hanya HR yang bisa memantau seluruh aktivitas karyawan; tapi karyawan juga bisa mengevaluasi produktivitas mereka selama masa bekerja. Kebijakan perusahaan mengenai gaji, pola kerja, dan cuti pun dapat diterima dengan lebih transparan oleh karyawan.

Punya pertanyaan seputar pengelolaan SDM? Silakan tanya di chatbox laman ketenagakerjaan website Gadjian atau tinggalkan pertanyaan Anda di kolom komentar. Tim kami yang didukung oleh Certified Human Resources Professionals akan membantu menjawab pertanyaan Anda!

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

sumber : gadjian.com

.
.



<noscript> </body> </html>