Tag: hitung pph 21

5 Langkah Meningkatkan Efektifitas Tim Kerja

Untuk memudahkan pembagian tugas, umumnya staf departemen dibagi dalam tim-tim yang dipimpin oleh team leader. Ketua tim ini berfungsi sebagai ‘jembatan’ antara manajemen dan para karyawan. Mereka membantu perusahaan dalam memantau anggaran dan operasional; serta melaporkannya ke atasan. Sebagai HR, Anda mungkin bersinggungan secara langsung dengan para team leader. Anda pasti berkontribusi dalam membantu rekrutmen

Apa Beda PPh 21 dan PPh 23?

Menurut Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, “Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan

Hak Karyawan Mengundurkan Diri (Resign) yang Perlu HR Ketahui

Dalam hubungan industrial, perihal karyawan yang mengundurkan diri tidak dapat dihindari. Nah, ini saatnya perusahaan menunjukkan apresiasi atas jerih payah karyawan selama masa kerja mereka. Untuk dapat diketahui, hak karyawan resign sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Akan tetapi, ada perbedaan mendasar antara karyawan yang mengundurkan diri secara keinginan sendiri dan

Perbedaan Perhitungan Pajak Nett, Gross, dan Gross Up

Penggajian merupakan upaya perusahaan untuk menghargai jerih payah karyawan, serta bermaksud untuk meningkatkan motivasi kerja mereka. Sementara itu, pembayaran pajak adalah upaya warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa. Pada praktiknya, perusahaan wajib mendorong karyawan untuk membayar pajak, baik dengan cara memotong gaji karyawan, atau memberikan tunjangan tertentu. Untuk itu, terdapat tiga metode perhitungan pajak,

Sebab-Sebab Kesalahan Perhitungan PPh 21

Cara perhitungan PPh 21 karyawan sangat bergantung pada latar belakang subjektif dan objektif karyawan bersangkutan. Seorang Wajib Pajak terikat dengan kondisi subjektif seperti kepemilikan NPWP, status PTKP, jumlah tanggungan, masa kerja, dan sebagainya. Di sisi lain, penghasilan yang melekat pada pegawai tetap yang bersangkutan seperti jumlah penghasilan dan jenis penghasilan yang selanjutnya dapat dikelompokkan menjadi
<noscript> </body> </html>