Tips Merencanakan Investasi untuk Wanita Karier


Dulu, wanita dianggap sebagai tukang belanja dan tidak paham tentang investasi. Tetapi, dengan semakin banyaknya wanita modern yang bekerja, maka mereka harus bertanggung jawab untuk menjaga penghasilan tersebut. Menjaga penghasilan bukan sekadar dengan menghemat uang. Tetatpi, wanita harus memahami bagaimana menyelamatkan nilai uang dari inflasi.

Untuk itu, setiap wanita karier perlu menguasai seni berinvestasi. Penyebabnya karena Anda punya banyak tujuan keuangan, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Tujuan keuangan jangka panjang seperti menyusun perencanaan pensiun, biaya sekolah anak, mewujudkan rumah impian, dan liburan keliling dunia. Sementara rencana keuangan jangka pendek misalnya biaya kursus singkat untuk pengembangan diri. Meskipun  wanita karier memiliki pasangan hidup, tapi harus tetap bisa mandiri secara finansial. Berikut tips merencanakan investasi untuk wanita karier seperti disarikan dari situs Economic Times.

Investasi di usia 20-an

Pada usia 20-an, wanita memulai karier dan masa depan. Sebelum berinvestasi, Anda tidak boleh lupa untuk memastikan ketersediaan dana cair untuk keadaan darurat. Anda juga tidak boleh melupakan proteksi diri berupa asuransi kesehatan.

Setelah semua jaring pengaman siap, And abisa memulai investasi. Sebagai lajang tanpa tanggungan, Anda bisa memilih investasi yang berisiko tinggi namun menjanjikan pengembalian dalam jumlah yang menarik seperti saham. Namun, jika Anda belum yakin untuk melangkah dan memulai membeli saham, maka bisa berinvestasi pada reksa dana untuk tujuan jangka panjang. Dengan memilih reksa dana, maka Anda telah memercayakan pengelolaan uang pada para profesional: manajer investasi.

Investasi di usia 30-an

Pada tahap kehidupan ini, kebanyakan wanita karier sudah menikah dan memiliki anak. Wanita karier harus bertanggung jawab untuk membantu keuangan keluarga, dan mengamankan masa depan anak-anak. Maka, langkah pertama yang dianjurkan adalah memilih rencana asuransi berjangka yang sesuai dan reksa dana yang berkinerja baik. Asuransi yang bisa dipilih yaitu untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga. Sementara reksa dana yang boleh dilirik yang lebih moderat dengan menawarkan keuntungan yang stabil

sumber : qerja.com

.
.



<noscript> </body> </html>